Ikan Napoleon hingga Kekah Natuna, Kekayaan Fauna Langka Kepri yang Terancam Terlupakan
TANJUNGPINANG, LELEMUKU.COM – Di balik keindahan lautnya yang memukau, Kepulauan Riau menyimpan kekayaan fauna langka yang belum banyak diketahui publik. Dari ikan Napoleon yang hidup di Laut Natuna, dugong di perairan Pulau Bintan, hingga primata kekah Natuna yang hanya ditemukan di wilayah ini, Kepri adalah rumah bagi sejumlah satwa yang terancam punah di Indonesia.
Laut Natuna dikenal sebagai salah satu lokasi selam scuba terbaik berkat kekayaan biota lautnya. Di sinilah ikan Napoleon, salah satu hewan langka di Indonesia, masih dapat ditemukan hidup di antara terumbu karang. Kepulauan Riau juga menjadi salah satu situs konservasi terumbu karang di Indonesia, dengan Karang Alangkalam dan Karang Bali sebagai contoh kawasan yang dilindungi.
Selain fauna laut, daratan Kepri juga dihuni satwa-satwa endemik dan langka seperti Singapuar, Burung Serindit Melayu, dan kekah Natuna, sejenis primata yang namanya diambil dari wilayah habitatnya. Untuk melindungi keanekaragaman hayati ini, Kepulauan Riau memiliki dua cagar alam yaitu Cagar Alam Pulau Burung dan Cagar Alam Pulau Laut.
Kekayaan flora pun tidak kalah istimewa. Tanaman langka udumbara tumbuh di Dataran Tinggi Engku Puteri, Batam Centre, berdampingan dengan nibung, buah naga, dan pinang yang menjadi flora khas daerah ini.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menyatakan potensi maritim dan keanekaragaman hayati Kepri harus dikelola secara bertanggung jawab dalam kerangka pariwisata regeneratif.
"Dari sekarang Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kepri terus menerus melakukan berbagai upaya persiapan dan mencari strategi yang diharapkan dapat untuk menjawab berbagai tantangan penerapan destinasi pariwisata regeneratif di Provinsi Kepri," ujarnya.
Pemerintah juga tengah mengembangkan desa wisata, pengelolaan terumbu karang di Senayang, Lingga, serta konservasi hutan mangrove di Bintan dan Batam sebagai bagian dari strategi pelestarian sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. (Evu)
